Toploker.com
Toploker.com
MENU
Informasi

Hal-hal yang Harus Kamu Lakukan di 90 Hari Pertama Kerja

Ejelita Elifatun Nisa 4 min read
Hal-hal yang Harus Kamu Lakukan di 90 Hari Pertama Kerja

Memulai pekerjaan baru merupakan fase yang penuh tantangan sekaligus peluang. Dalam 90 hari pertama kerja, karyawan baru biasanya akan dinilai oleh atasan, rekan kerja, hingga budaya organisasi tempatnya bergabung. Masa ini sering disebut masa krusial karena bisa menjadi penentu apakah seseorang mampu bertahan dan berkembang atau justru mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri. Oleh sebab itu, diperlukan strategi yang tepat agar 90 hari pertama dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk membangun fondasi karier yang kokoh.

 

Mengenal budaya perusahaan

Langkah pertama yang sangat penting adalah memahami budaya perusahaan. Setiap tempat kerja memiliki nilai, aturan tidak tertulis, serta kebiasaan yang membentuk lingkungan kerja. Memahami hal ini akan membantu kamu menyesuaikan diri dengan lebih cepat. Mengamati bagaimana rekan kerja berinteraksi, gaya komunikasi yang digunakan, hingga cara pengambilan keputusan menjadi kunci untuk beradaptasi tanpa menimbulkan kesalahpahaman.

 

Membangun hubungan dengan rekan kerja

Selain memahami budaya, kamu juga perlu menjalin hubungan baik dengan rekan kerja. Hubungan yang solid dapat memudahkan kolaborasi, mempercepat proses adaptasi, dan menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan. Kamu bisa memulai dengan sikap ramah, terbuka, dan bersedia membantu. Mengajak makan siang bersama atau berdiskusi ringan mengenai pekerjaan juga menjadi cara sederhana untuk mendekatkan diri.

 

Memahami ekspektasi atasan

Di 90 hari pertama kerja, komunikasi dengan atasan menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. Kamu perlu memastikan memahami dengan jelas apa yang diharapkan dari peranmu. Mintalah arahan mengenai prioritas kerja, target yang harus dicapai, serta standar kinerja yang berlaku. Dengan begitu, kamu bisa menghindari salah arah dan membangun citra sebagai karyawan yang profesional.

 

Menyusun strategi belajar

Sebagai karyawan baru, tentu banyak hal yang belum diketahui, baik terkait sistem kerja, alur komunikasi, hingga detail teknis pekerjaan. Oleh karena itu, jadikan 90 hari pertama sebagai fase belajar intensif. Catat informasi penting, jangan ragu bertanya, dan manfaatkan kesempatan pelatihan yang disediakan. Sikap mau belajar akan menunjukkan keseriusanmu dalam berkontribusi.

 

Menunjukkan inisiatif

Perusahaan biasanya menyukai karyawan yang proaktif. Dalam 90 hari pertama, kamu bisa menunjukkan inisiatif dengan mengajukan ide, menyelesaikan pekerjaan lebih cepat, atau membantu rekan kerja yang membutuhkan. Namun, tetap perhatikan batasan agar tidak terkesan berlebihan. Inisiatif yang tepat akan memberikan nilai tambah dan membedakanmu dari karyawan lain.

 

Mengelola waktu dengan efektif

Manajemen waktu merupakan kemampuan penting yang harus dikuasai sejak awal. Dengan jadwal yang padat, kamu perlu mengatur prioritas dan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Gunakan daftar tugas harian, atur skala prioritas, dan hindari kebiasaan menunda. Mengelola waktu dengan baik akan membantu membangun reputasi sebagai karyawan yang disiplin dan andal.

 

Memperkuat personal branding

Selain kinerja, citra pribadi atau personal branding juga memiliki peran penting. 90 hari pertama menjadi kesempatan emas untuk menunjukkan kompetensi, integritas, dan kepribadian profesional. Perhatikan cara berpakaian, komunikasi, serta etika kerja. Kesan pertama yang baik akan memengaruhi bagaimana orang lain memandangmu dalam jangka panjang.

 

Membuat target jangka pendek

Untuk memastikan perkembangan yang terukur, buatlah target jangka pendek dalam 90 hari pertama. Target tersebut dapat berupa penguasaan sistem kerja, menyelesaikan proyek kecil, atau menjalin hubungan baik dengan tim. Target yang jelas akan membantumu tetap fokus dan memberikan rasa pencapaian yang memotivasi.

 

Menjaga keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi

Terlalu bersemangat dalam pekerjaan sering membuat karyawan baru lupa menjaga keseimbangan antara karier dan kehidupan pribadi. Padahal, kelelahan fisik dan mental dapat mengurangi produktivitas. Pastikan kamu tetap memiliki waktu istirahat yang cukup, menjaga kesehatan, serta meluangkan waktu untuk keluarga atau aktivitas pribadi.

 

Evaluasi diri secara berkala

Akhir dari 90 hari pertama kerja dapat dijadikan momen untuk melakukan evaluasi diri. Tanyakan pada diri sendiri apakah kamu sudah beradaptasi, memahami budaya kerja, dan memenuhi ekspektasi atasan. Kamu juga bisa meminta umpan balik dari rekan kerja atau atasan sebagai bahan perbaikan. Evaluasi ini penting agar perjalanan kariermu semakin terarah.

 

Rangkuman poin penting

Agar lebih mudah dipahami, berikut hal-hal utama yang sebaiknya dilakukan di 90 hari pertama kerja

  1. Memahami budaya perusahaan
     
  2. Menjalin hubungan baik dengan rekan kerja
     
  3. Memastikan ekspektasi atasan
     
  4. Belajar sistem dan alur kerja
     
  5. Menunjukkan inisiatif
     
  6. Mengatur waktu dengan baik
     
  7. Membentuk personal branding
     
  8. Menetapkan target jangka pendek
     
  9. Menjaga keseimbangan kerja dan kehidupan
     
  10. Melakukan evaluasi diri
     

90 hari pertama kerja bukan sekadar fase awal tetapi fondasi penting dalam perjalanan karier. Cara kamu beradaptasi, belajar, serta menunjukkan sikap profesional akan sangat menentukan bagaimana atasan dan rekan kerja memandangmu. Dengan strategi yang tepat, kamu tidak hanya mampu bertahan tetapi juga membuka peluang untuk berkembang lebih jauh dalam perusahaan.

 

Tips Karir Lainnya